Headline Kabar Game

Road to Essen, 10 Deretan Board Game Indonesia yang Akan Tampil di SPIEL’17 [Bagian 1]

Bagikan:

Hits: 1

Bulan Oktober memang bulan yang ditunggu-tunggu oleh banyak board gamer. Pasalnya, di bulan Oktober ini sebuah pameran board game seluas 10x stadion GBK di gelar di kota Essen, Jerman. Sudah tahu kan, pameran yang dimaksud adalah Internationale Spieltage (SPIEL).

Pameran board game terbesar dunia ini seakan-akan sudah menjadi musim hajinya umat muslim. Ribuan board gamer dari manca negara akan berbondong-bondong singgah ke kota Essen untuk menghadiri SPIEL selama kurang lebih empat hari.

Kabar baiknya, Indonesia akan ikut serta meramaikan SPIEL’17. Indonesia akan hadir menjadi salah satu eksibitor bersama 50 negara lainnya. Tahun ini juga menjadi partisipasi Indonesia yang kedua kalinya di SPIEL (terakhir tahun 2014).

Indonesia kembali hadir ke SPIEL di bawah naungan Asosiasi Pegiat Board game Indonesia yang akan diwakili oleh Manikmaya Games dan Homimpa Games. Tiga tahun lalu Indonesia hanya membawa 4 judul board game, kali ini keadaannya jauh berbeda. Ada 10 judul board game karya anak bangsa yang akan diterbangkan ke Jerman.

Lewat seri artikel Road to Essen kali ini, Boardgame.id akan mencoba mengupas tuntas ke-10 judul board game tersebut. Booth Indonesia di Essen SPIEL’17 berada di Hall 8, Booth 8 C144.

Daripada makin penasaran, yuk simak deretan board game Indonesia yang akan tampil di Essen SPIEL’17:

1. The Festivals

Mengangkat tentang pariwisata di Indonesia, di sini pemain akan menjadi traveller yang ingin mendapatkan pengalaman tak terlupakan dengan mendatangi beragam festival budaya paling unik yang tersebar di berbagai pulau di Indonesia.

Didesain oleh Isa R. Akbar (uhuk, kaya kenal), The Festivals yang diterbitkan oleh Manikmaya Games ini dapat dimainkan untuk 2-4 pemain selama kurang lebih 30 menit. Tujuan dari permainan ini, pemain harus mengumpulkan sejumlah poin tertentu (tergantung dari jumlah pemain). Poin bisa didapatkan dengan cara mengunjungi pulau tempat diselenggarakannya festival yang sedang aktif pada putaran itu.

Untuk menggerakkan bidak pemain perlu membayarkan sejumlah tiket (token kubus) warna warni. Setiap satu tiket yang dikeluarkan, bidak pemain akan bergerak satu langkah ke pulau di sebelahnya. Jadi untuk bergerak tiga langkah pemain perlu mengeluarkan tiga tiket.

Serunya, kadang apa yang pemain lakukan tidak sesuai dengan rencana awal. Biasanya sih karena slot tiket pulau tujuannya sudah terisi atau karena kalah cepat. Ya! bisa dibilang The Festivals adalah board game balapan. Pemain yang sampai lebih dulu ke festival tujuan akan mendapatkan poin lebih besar.

Urutan jalan ditentukan dengan cara banyak-banyakan mengeluarkan tiket. Pemain yang berani membayarkan tiket paling banyak akan gerak lebih dulu. Nah! pada fase pertama setiap awal putaran, semua pemain diminta untuk menyimpan tiket yang akan ia gunakan pada putaran ini di balik sebuah layar penutup. Alhasil, karena tertutup pemain jadi tidak tahu berapa tiket yang dimainkan pemain lain.

Di balik setiap kartu festival terdapat informasi mengenai festival yang bersangkutan. Lewat The Festivals, ada setidaknya 20 kartu festival yang coba dikenalkan. Selain bisa dimainkan bersama teman dan keluarga ternyata The Festivals juga bisa dijadikan sebagai media untuk mempromosikan budaya Indonesia yang bermacam-macam.

The Festivals terpilih menjadi board game Indonesia terbaik tahun 2017 lewat ajang penghargaan Game Prime Awards 2017.

2. Aquatico

Indonesia dikenal dengan negara maritim karena wilayah perairannya lebih luas dibandingkan daratannya. Di setiap ekosistem air baik dari sungai hingga laut pasti dihuni oleh berbagai jenis fauna. Bila ekosistem tersebut tidak dijaga dan lestarikan, bisa jadi salah satu fauna tersebut akan punah.

Kurang lebih itulah yang akan dialami pemain dalam board game Aquatico. Ya! tugas pemain adalah melestarikan ekosistem agar tetap bisa dihuni oleh para hewan dan jangan sampai tercemar. Setiap putaran pemain akan dihadapkan dengan dua kartu yang harus ia pilih. Setiap kartu bisa terdiri satu atau dua ekosistem.

Ada kartu dengan ekosistem yang tercemar ada juga ekosistem yang bernilai positif. Pada dasarnya, pemain akan membangun ekosistem mereka sendiri dan berusaha mendapatkan nilai positif paling tinggi dari setiap ekosistem. Ada 7 ekosistem dalam Aquatico yaitu: sungai, danau, laut dalam, lahan basah, padang lamun, hutan bakau, dan terumbu karang.

Trik dari permainan ini adalah, berapapun nilai positif suatu ekosistem yang sudah dikumpulkan akan dianggap nol besar jika ada satu saja yang tercemar dari ekosistem tersebut. Tapi tenang, pemain juga berkesempatan untuk melakukan recovery untuk mencoba menetralisir pencemaran ekosistem.

Brendan Satria (Mat Goceng) adalah dalang dibalik Aquatico yang bisa dimainkan untuk 3-5 pemain. Permainannya sangat sederhana dan mudah dimengerti, sangat cocok untuk dimainkan bersama keluarga. Dalam pengembangan dan penerbitan permainan ini, Manikmaya Games bekerja sama dengan Coral Triangle Center (CTC).

[Bagian 2 – Mahardika dan Perahu Buru-Buru]
[Bagian 3 – Roket Raket dan Buto Ijo & Timun Mas]
[Bagian 4 – Acaraki dan The Art of Batik]

 

 

 

Bagikan:
vagansza
Editor of boardgame.id, board game enthusiast, and also a cheese lover. His favorite is Carcassonne. Nice to meet you!