Headline Kabar Industri

7 Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Membangun Industri Board Game

Bagikan:

Hits: 0

Kemeriahan Surabaya Board Game Market (SUBOGAMA) tidak hanya sampai sebatas hadirnya kompetisi merancang board game namun juga berbagai talkshow menarik yang sayang untuk dilewatkan. Berbagai topik talkshow hadir mengisi SUBOGAMA sedari hari pertama hingga hari terakhir.

Kali ini Boardgame.id akan coba menyampaikan kembali intisari beragam talkshow satu per satu untuk pembaca yang kebetulan tidak bisa datang ke SUBOGAMA.

Talkshow hari pertama di isi oleh Andre Dubari dari Manikmaya Games yang membicarakan tentang hal-hal apa saja yang harus dan jangan dilakukan jika ingin berkecimpung ke industri board game sekaligus memajukan industri board game tanah air.

Andre menyampaikan ada 7 kunci penting.

  1. This is a business, trait it like one!
    Salah satu pihak yang paling berpengaruh dalam memajukan industri board game adalah dari perancang gim. Jika karyanya sukses bukan tidak mungkin akan ada banyak publisher luar negeri yang bersedia menerbitkan game buatanmu.
    Andre menyebutkan Love Letter sebagai contoh. Sebelum dirilis, industri board game Jepang bisa dibilang masih dipandang sebelah mata. Keadaannya jauh berbeda ketika Seiji Kanai menelurkan Love Letter yang kini tersedia dalam banyak edisi terjemahan. Belum lagi ketika kemudian menyusul seri-seri lain dari Love Letter yang menggandeng IP-IP (Intellectual Property) terkemuka.Perancang gim di Indonesia disarankan untuk belajar bagaimana caranya membuat karyanya sendiri bisa sustain. Jangan asal punya ide, kemudian dibiarkan begitu saja dan dipasrahkan semuanya pada publisher. Minimal sebagai perancang gim, mereka juga bisa membantu mencari data dan melakukan analisis game seperti apa yang bakal ngehits.
  2. Define your target right!
    Di industri board game dunia, sebagian besar board game yang cukup laku adalah board game yang menyasar keluarga. Andre memberi contoh penghargaan Spiel des Jahres, atau penghargaan sekelas Oscar untuk industri board game. Setiap tahun, setidaknya ada tiga board game yang masuk nominasi SdJ. Dan yang kemudian keluar menjadi juara, tentu game yang ramah dimainkan bersama keluarga.Tantangan terbesar kenapa board game pertumbuhannya terhambat di Indonesia, salah satunya adalah stigma bahwa game itu buruk dan biasanya hal ini keluar dari para orang tua. Nah kalau banyak orang tua yang main bareng dengan anak-anaknya, tentu akan menjadi hal yang luar biasa. Dengan kata lain, jika kamu seorang perancang gim, rancanglah board game yang berorientasi atau bersahabat untuk keluarga.
  3. Plan in Advance!
    Andre kembali menggaris bawahi kalau pengumpulan data itu penting. Data ini bisa dipakai untuk menentukan jadwal rilis sebuah game. Apakah awal tahun, pertengahan atau akhir tahun. Buat timeline yang jelas.Ingat, merilis game tidak harus melalui publisher, bisa swadana atau lewat situs urun dana seperti Kickstarter. Sebagai kreator, mencari tahu peak month (kapan orang-orang bersedia banyak mengeluarkan uang untuk board game) patut dipelajari. Untuk pubisher sendiri, seharusnya memang mereka juga sudah punya kejelasan lini produknya akan dirilis kapan. Manikmaya Games sendiri mencoba berjalan ke arah sana.
  4. Collaborate!
    Ini poin yang cukup penting menurut Andre. Siapa bilang memajukan industri board game harus bekerja sendirian. Ia mencontohkan beberapa board game keluaran Manikmaya Games lahir berkat kolaborasi. Jika perlu, kerja sama dengan artis atau public figure yang gaungnya lebih luas, dan jadikan mereka sebagai brand ambassador.
  5. Never takes legal aspect lightly
    Nah, ini sebenarnya lanjutan dari poin nomor empat ujar Andre. Sebelum mulai menjalin kolaborasi, pastikan segala sesuatunya tetap diatur dalam hitam di atas putih. Segala perjanjian, kesepakatan dan keputusan jika tidak ada surat yang mengikat, nantinya malah bisa merugikan salah satu pihak.Jika semua surat kerja sama ataupun kontrak sama-sama diperhatikan, semua proses kreatif akan berjalan lancar. Kalau bisa, usahakan semua urusan legal ini sudah selesai sebelum proses kreatif dimulai.
  6. Visual does speak louder
    Tidak bisa dipungkiri, bagi sebagian orang, hal yang terpenting dalam sebuah board game mungkin bukan mekanik permainan ataupun gameplay. Tetapi visual dan ilustrasi. Andre sendiri memfavoritkan beberapa artist ternama seperti Michael Menzel, Vincent Dutrait dan Jakub Rozalski. Visual yang cukup indah mampu membuat seseorang membeli board game tanpa musti mencari tahu cara mainnya terlebih dahulu.
  7. Aim for international standart
    Poin terakhir yang tak kalah penting yang disampaikan Andre adalah kualitas. Bukan hanya kualitas gameplay namun juga kualitas kemasan. Andre berbagi pengalamannya di Essen SPIEL 2017 lalu. Pengunjung yang datang ke booth Indonesia namun tidak sempat bertanya langsung, mereka akan mengambil satu box permainan melihat-lihat kemudian meletakkannya lagi, lalu pergi.Maksudnya, kemasan box board game dari Indonesia tidak ramah untuk pasar luar negeri. Mereka tidak mendapatkan informasi yang menarik hati mereka lantaran keterangan di box board game Indonesia berbahasa Indonesia. Plus, kadang tidak ada informasi atau gambaran komponen yang ada di dalam box ini.Nah, baiknya ketika merancang board game cobalah dipersiapkan semaksimal dan sedetail mungkin termasuk layout kemasan box. Toh, jika nanti board game buatanmu terpajang di toko, box itu sendiri yang akan berbicara dan menjual dirinya ke konsumen.
Bagikan:
vagansza
Editor of boardgame.id, board game enthusiast, and also a cheese lover. His favorite is Carcassonne. Nice to meet you!