Headline Kabar Industri Komunitas

Ludes! Board Game dari Indonesia Terjual Habis di Hari Ketiga Pameran Board Game di Jerman [Kabar SPIEL]

Bagikan:

Ketika kamu diberi kesempatan untuk membuat board game dan dijanjikan untuk memamerkannya di Eropa, board game apa yang akan kamu buat? Sebuah board game dengan tema atau latar cerita abad pertengahan? fantasi? sihir? atau sci-fi?

Alih-alih memikirkan apa yang sekiranya cocok dan bakal sangat dinikmati oleh para bule di sana, tim Indonesia dengan percaya diri berangkat ke Jerman dengan membawa setidaknya 10 judul board game asli Indonesia. Semua board game ini dirancang dengan mengedepankan tema atau narasi yang kental dengan kekayaan Indonesia yang belum seberapa.

Ya! Manikmaya Games dan Hompimpa Games yang menjadi degelasi Indonesia terbang ke Jerman mengikuti pameran board game terbesar dunia yang lebih akrab disebut SPIEL dan membawa ke-10 board game unik dari Indonesia.

Messe Essen yang menjadi tempat diselenggarakannya SPIEL juga sekaligus menjadi saksi mata bagaimana tanggapan board gamer dari seluruh dunia tentang board game asli Indonesia. Sedikit bocoran, booth Indonesia di hari terakhir pameran menjadi sangat sepi. Wah apa yang terjadi?

SPIEl’17 berlangsung selama empat hari untuk umum dari tanggal 26 sampai dengan 29 Oktober kemarin. Sejak hari pertama, booth Indonesia tidak pernah sepi dari kunjungan para pengunjung SPIEL. Padahal kalau kamu lihat dari denah ini, booth Indonesia terletak di hall paling belakang dan paling pojok (Hall 8). Pintu masuknya dari gerbang barat dan gerbang selatan.

Boleh dibilang Indonesia berhasil menarik pengunjung. Banyak yang ingin tahu produk board game buatan Indonesia. SPIEL sendiri sudah berlangsung sejak 1983. Mungkin juga ada yang penasaran kok Indonesia baru ikut SPIEL dua kali (pertama kali tahun 2014). Jadi banyak yang tidak ingin melewatkan kesempatan mencicipi board game asli Indonesia.

Judul-judul seperti Aquatico, The Festivals, The Art of Batik dan Orang Rimba sukses menyita perhatian board gamer di sana. Bahkan beberapa mengaku mereka langsung tertarik saat melihat cover bagian depan Orang Rimba, The Art of Batik.

Tak hanya pengunjung dewasa saja yang menyambangi booth Indonesia. Anak-anak dan tentu orang tuanya juga sengaja mampir begitu mengetahui Aquatico bisa dimainkan untuk anak umur 8 tahun ke atas. Booth Indonesia makin ramai berkat kunjungan dari beberapa aktivis board game di sosial media seperti @boardgame_girl, @BoardGameGuru dan @425suzanne.

SPIEL pada hari Sabtu menjadi tambah heboh dan ramai. Maklum, kantor dan sekolah libur ketika akhir pekan. Pengunjung Eropa dari luar Jerman makin berbondong-bondong mendatangi SPIEL. Tak heran, di hari ketiga ini board game dari Indonesia yang terjual semakin banyak dan akhirnya ludes tak ada lagi sisa di penghujung hari ketiga.

Andre Dubari yang menjadi representatif Manikmaya Games di SPIEL dibuat kaget oleh salah seorang pengunjung. Tak tanggung-tanggung, ia datang bersama rekannya untuk memborong sekitar 8 kopi The Festivals, 2 kopi Aquatico, 2 kopi The Art of Batik dan satu kopi Orang Rimba. Menghabiskan sisa stok terakhir yang dimiliki booth Indonesia.

Esok harinya, tidak banyak yang bisa dilakukan oleh tim Indonesia di hari terakhir SPIEL lantaran tak lagi memiliki stok untuk dijual. Alhasil, daripada membuat koper menjadi tambah berat. Beberapa judul yang harusnya dipakai untuk mendemokan game, juga ikut dijual. Tidak hanya itu, judul-judul board game Manikmaya Games yang belum terbit dan masih dalam fase pengembangan seperti Perahu Buru-Buru, Uptime dan Roket Raket juga disikat pengunjung.

Terjual
Terjual! Pemborong board game di booth Indonesia | Foto: Boardgame.id

Bangga, gembira sekaligus sedih melanda tim Indonesia. Gembira karena produk mereka sukses terjual habis dan sedih karena mereka tidak bisa menyebarkan lebih banyak lagi board game tanah air untuk para penikmat board game di dunia yang datang ke booth mereka.

Mari berikan selamat kepada Manikmaya Games dan Hompimpa Games untuk semangat, keringat dan kerja kerasnya mengenalkan board game asli Indonesia ke panggung dunia.

 

 

Bagikan:
vagansza

Editor of boardgame.id, board game enthusiast, and also a cheese lover who works on Manikmaya Games, board game publisher from Bandung.
Nice to meet you!

  • Adhicipta R. Wirawan

    Bravo buat Manikmaya dan Hompimpa 🙂 taon depan semoga nambah publishernya yg bisa ikut ke Essen