Opini Surat Dari T1

Surat dari T1: Hadirkan Lebih Dari Sekedar Media Hiburan

Bagikan:

Satu hari di sekitar tahun 1902, Elizabeth Meggie menghadirkan sebuah board game berjudul “Landlord Game”. Game ini didesain untuk memberikan pemahaman tentang satu prinsip ekonomi (Georgism) dengan cara yang lebih efektif dan menyenangkan. Dengan kata lain, game ini dari awal didesain lebih dari sekedar media hiburan namun juga sebagai media pendukung proses pembelajaran satu prinsip ekonomi terkait pentingnya peran pajak (lahan) untuk menjaga stabilitas sosial dan ekonomi. Land lord game ini yang kemudian menjadi cikal bakal board game Monopoly, salah satu board game paling populer yang hingga hari ini kabarnya telah dimainkan oleh lebih dari 1 milyar orang diseluruh dunia. Monopoly jadi satu bukti bahwa sebuah game yang didesain secara optimal akan berperan lebih dari sekedar media hiburan dan sekaligus juga diminati oleh market.

Kita mulai melihat trend yang sama di Indonesia, berbagai judul board game yang didesain lebih dari sekedar media hiburan sukses membuka market di Indonesia. Berbagai institusi pemerintah dan swasta dari berbagai bidang juga mulai melihat potensi tersebut dan mulai bersedia mengeksplorasi potensi game untuk bisa mendukung aktivitas mereka (contohnya beberapa seri game ini). Hal ini sepertinya juga berlaku di market internasional, berbagai board game di kickstarter dengan pendekatan lebih dari sekedar media hiburan mendapatkan support yang sangat signifikan (beberapa diantaranya: Ion, Linkage, Robo Tutles). Hal yang sama juga mulai kita temui di industri game secara umum, bahwa market mulai melihat dan mencari game yang benar-benar mampu memberi nilai lebih (dari sekedar hiburan).

Semua Bisa Ber-AKSI
Salah satu board game KPK, Semua Bisa Ber-AKSI | Foto: BG.ID

Potensi ini tentu harus kita optimalkan. Berpikir menghadirkan game hanya sebagai komoditi jualan dan berfokus pada trend market semata (yang bersifat terbatas dan sementara) mungkin bukan lagi pilihan terbaik. Namun perlu diingat bahwa market semakin dewasa dan semakin mampu menilai kualitas sebuah game secara lebih baik. Perlu pemahaman, pendekatan, dan strategi penyampaian khusus untuk bisa menghadirkan game sebagai bagian dari solusi, sehingga kita tidak terjebak hanya menempelkan jargon (marketing) tertentu yang sebenarnya hanya basa-basi. Untuk itu penting sekali untuk kita semua senantiasa membuka diri, berkolaborasi, dan bersinergi – karena potensi game sesungguhnya lebih dari sekedar monetisasi.

Eko Nugroho,
Koordinator tim penulis/redaksi boardgame.id

Baca juga:

Attack on Titan : Board Game! Kabar gembira untuk para penggemar "Attack on Titan" (Shingeki no Kyojin)! Selain 2 film live-action dan mini-serial  TV yang dirilis bulan Agustus in...
Keranjang Bolong, Seri Board Game KPK Bagian 7 (Terakhir) Seri board game terakhir yang dikembangkan Anti-Corruption Learning Centre (ACLC) Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (Dikyanmas) Komisi Pemberantasan...
Pembelajaran Interaktif Menggunakan Board Game KPK Setelah dilangsungkannya PlayDay Anti Korupsi di Gedung KPK pada bulan April lalu, KPK tak pernah lelah menggunakan board game untuk melancarkan kampa...
Bagikan:
enugroho
Game designer, happy Player, Kiriya admirer, and a food hunter. Kadang juga bagi cerita, ide, dan foto via twitter: @eNugroho
http://eko.nugroho.web.id