Opini

Nusfjord : Daya Pikat Bahari Norwegia Masa Lalu [REVIEW]

Bagikan:

Dalam era boardgame modern, objek apapun akan menarik jika bersanding dengan desain yang tepat. Inilah yang terjadi pada sebuah desa, yang kini menarik minat banyak orang karena berhasil menjadi inspirasi sebuah eurogame yang baru dirilis di Essen Spiel Oktober silam.

Nusfjord (2017) adalah big box game teranyar Uwe Rosenberg (Agricola, Bohnanza) yang mengutip nama sebuah desa di utara Norwegia yang (dahulu) terkenal dengan industri perikanannya. Narasi Nusfjord menunjuk kamu sebagai pemilik usaha perikanan yang berusaha membangun daerah sekeliling pelabuhan dengan membuka hutan, memperbanyak kapal, hingga berkompromi dengan para sesepuh desa. Lord Rosenberg menggunakan Worker Placement sebagai mekanik utama dan sedikit bereksperimen dengan menyisipkan elemen stock market yang jarang ditemukan di game nya yang lain.

Dari box covernya sudah terbayang euro-ey experience di dalamnya

GAMEPLAY OVERVIEW

Alur permainan Nusfjord dibagi menjadi tiga fase : fishing, work, dan return home. Pada fase fishing, pemain memanen hasil tangkapan ikan bergantung jumlah kapal yang mereka miliki. Sebagaimana perusahaan modern, hasil tangkapan tidak serta merta bisa kita nikmati. Ada para sesepuh dan pemilik saham yang mesti kita prioritaskan sebelum sisanya bisa kita manfaatkan untuk mengembangkan usaha.

Fase kedua adalah work, dimana pemain menempatkan pekerjanya di spot tertentu untuk menjalankan aksi spesifik seperti menghasilkan resources. Resources tersebut selanjutnya digunakan untuk berbagai aksi lanjutan seperti membangun kapal dan bangunan. Satu aspek menarik dalam Nusfjord yaitu pemain dapat mempengaruhi sesepuh desa untuk memberikan pilihan aksi yang eksklusif. Konsekuensinya, para sesepuh meminta “jatah” untuk setiap hasil tangkapan kita berikutnya.

Satu ronde diakhiri dengan fase return home dimana pekerja kembali ke rumahnya masing-masing. First player marker kemudian bergeser dan (mungkin) memunculkan event. Permainan dilanjutkan dengan ronde yang baru, begitu seterusnya hingga ronde ketujuh usai. Pemain dengan Victory Points terbanyak di akhir permainan adalah pemenangnya.

nusfjordKita dapat mempengaruhi para sesepuh untuk memberikan aksi eksklusif

KOMPONEN FISIK & VISUAL

Mayfair menggunakan standar tinggi untuk setiap gamenya, tak terkecuali Nusfjord. Komponen kartu dan cardboard memiliki ketebalan dan kualitas yang baik. Beberapa token dalam game ini berukuran lebih kecil dari game Uwe sebelum-sebelumnya namun masih fungsional. Komponen lain berbahan kayu memiliki kualitas bagus dan hey, kapan lagi kamu punya token baby shark?

Secara visual, Patrick Soeder bekerja bagus dengan memberikan ilustrasi yang memanjakan mata. Box Cover Nusfjord merupakan salah satu cover game Uwe yang paling atraktif menurut saya. Pun demikian ilustrasi di komponennya. Suasana pedesaan di wilayah Norwegia juga cukup tergambarkan dengan baik.

REPLAYABILITY

Satu hal yang tidak perlu saya khawatirkan tentang game-game Rosenberg adalah replayability. Ia memiliki reputasi untuk menumpahkan seluruh ide yang ia punya kedalam base game. Tak terkecuali Nusfjord. Kartu bangunan yang merupakan ruh permainan disediakan dalam tiga deck, dimana satu sesi permainan hanya menggunakan satu deck saja. Menariknya, tidak semua kartu dalam deck digunakan dalam sekali main. Kebayang kan, berapa banyak kombinasi yang bisa dieksplor?

With all of that pieces, you probably dont need an expansion.

Dari segi waktu, Nusfjord terbilang cukup cepat dimainkan dibandingkan big box game Rosenberg lainnya. Dalam sekitar satu jam, kamu bisa mendapatkan pengalaman engine building – resources management yang epik.

WHAT YOU CAN BORROW*

Segmen ini saya hadirkan untuk menilik aspek desain menarik dalam game yang sedang dibahas untuk bisa kita pertimbangkan dalam mendesain boardgame kita sendiri. Semoga membantu.

  • Implementasi Stock Market

Implementasi stock market Nusfjord sangat brilian. Kita bisa mendapat uang cepat dengan meluncurkan saham (melepas tile ke common pool), dan pemain lain dapat membayar untuk mengambil tile saham tersebut, yang akan memberikan “jatah” tangkapan setiap rondenya. Mekanik ini terasa tematik dalam mensimulasikan investasi, namun dengan eksekusi yang sangat sederhana.

  • Implementasi C-Card

Satu deck bangunan Nusfjord terdiri dari tiga jenis : A, B, dan C. Kartu A dan B tersedia sedari awal untuk semua pemain. Namun khusus kartu C, pemain mendapatkan sejumlah kartu yang eksklusif untuknya di awal, dan dalam ronde tertentu kartu yang tidak dibangun akan tersedia untuk seluruh pemain. Twist ini menghadirkan dinamika yang menarik, terutama karena hampir semua kartu C memberikan efek yang menggiurkan.

  • Penentuan Hasil Tangkapan Ikan

Jurus ini sejatinya sudah digunakan di banyak game Uwe lainnya (A Feast for Odin [2016] misalnya), namun terasa sangat elegan tiap kali saya menemukannya. Dalam Nusfjord, pemain memiliki pelabuhan yang dilambangkan dengan segmen / kotak yang berjajar dengan angka di tiap segmennya. Ketika pemain membeli kapal, mereka akan menempatkan kapalnya menutupi segmen-segmen tersebut mulai dari sebelah kiri. Angka terkecil yang terlihat (di segmen) akan menentukan jumlah tangkapan ikan. Ini adalah teknik yang berlawanan dengan yang biasa kita temukan, dimana konten resources biasanya berada pada komponen yang didapatkan (dalam hal ini seharusnya kapal).

betapa sekedar mengubah cara pandang dapat membuat game lebih elegan. suka!

FINAL THOUGHT

Vicky Belladino

Ini akan sedikit bias karena saya adalah fans berat Uwe Rosenberg. Nusfjord masuk dalam kategori game medium, kurang lebih selevel dengan karyanya yang lain, sebutlah Glass Road (2013) dan At the Gates of Loyang (2009). Dan dari ketiganya, buat saya Nusfjord juaranya. Game ini memiliki hampir semua apa yang saya inginkan dalam sebuah game resources management – tableau building, namun dengan ruleset yang sederhana. Sangat direkomendasikan untuk pecinta eurogames dengan preferensi medium-heavy. Must buy for Rosenberg fans!

Isa Akbar

Durasi yang cukup singkat namun tetap penuh strategi membuat Nusfjord cocok dimainkan bagi pemain yang ingin naik level untuk mengenal board game tipe pemikir namun tidak terlalu kompleks. Pemain dihadapkan dengan pilihan aksi mana yang paling cocok dengan segala keterbatasan sumber daya yang ia miliki.

Di sini pemain terakhir dalam suatu putaran tidak terlalu dirugikan, sebab diputaran berikutnya ia akan menjadi pemain pertama. Memberikannya kesempatan untuk memilih aksi lebih dulu dari pada yang lain.

Aughy

Worker placement yang ringan tapi tricky! Banyak cara buat menang, tinggal pinter-pinter cari kombo yang pas. Yang paling unik sih mekanisme “Share” sebagai pajak tidak langsung. Dan lagi, 7 round itu singkat banget jadi mesti bisa planning mau apa di round selanjutnya, plus backup plan kalau-kalau sudah keduluan player lain.

Nusfjord akan segera tersedia dan dapat ditebus seharga $70 atau sekitar Rp950.000,-.

Tim Boardgame.id mengucapkan terima kasih kepada Mayfair Games yang telah memberikan review copy Nusfjord.

Baca juga:

Patchwork, Ayo Kita Merajut Tiles! Kalian pernah merajut? Banyak yang belum pernah pastinya, karena merajut bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan siapa saja. Butuh keahlian khusus untuk...
Mekanik 101 : Worker Placement, Si Blasteran yang Jadi Kembang Desa Kalau ada yang bilang hanya gadis pribumi yang bisa jadi kembang desa, maka sesungguhnya mereka tidak pernah menonton FTV. Di era serba samarata, gadi...
Zombie Fever: Hidup atau Jadi Zombie Di luar negeri, board game bertema zombie mungkin jumlahnya sudah hampir tak terhitung. Di Indonesia sendiri masih jarang kreator yang mengambil tema ...
Bagikan:
Vicky Belladino
Boardgamer casual yang menantikan stempel Spiel des Jahres melekat pada produk lokal. Sesekali mendesain board game sembari mendesain masa depan.