Kabar Game Opini

Paper Tales: Buat Sendiri Sejarah Kerajaanmu [Review]

Bagikan:

Apa jadinya kalau kamu memiliki sebuah kerajaan? Siapa saja orang-orang yang kamu tunjuk untuk memakmurkan kerajaan sekaligus mempertahankannya dari kerajaan tetangga. Semua pertanyaan tadi bisa kamu jawab sendiri dengan memainkan Paper Tales.

Ya! Dalam board game terbitan Catch Up Games ini, kamu sendiri yang akan menorehkan catatan sejarah dalam persaingan antar kerajaan. Penasaran seperti apa serunya permainan ini? Simak ulasannya berikut ini.

Impresi Awal

Paper Tales dibuat oleh perancang gim asal negeri sakura, Masato Uesugi (Welcome to the Dungeon, Twelve Heroes). Board game yang berlangsung dalam kurun waktu 30-45 menit ini bisa mengakomodir 2-5 pemain yang berusia 12 tahun ke atas (usia rekomendasi).

Jujur, hal pertama yang menarik saya memainkan Paper Tales bukanlah tema, cerita, ataupun mekanik permainannya. Apalagi kalau bukan gambar dari setiap kartu-kartunya. Christine Alcouffe mampu menyihir saya untuk memasuki dunia fantasi berlatar kerajaan berkat ilustrasinya.

Bagus kan ilustrasinya?

Awal mula, saya mengira ini adalah permainan yang mengadopsi mekanik storytelling seperti DiXit mengingat judulnya mengandung kata “Tales”. Rupanya, setelah mulai membaca rulebook yang ditulis dengan informasi yang cukup namun sudah menjelaskan cara mainnya dengan rinci, unsur storytelling tidak masuk secara langsung ke dalam mekanik. Game ini sendiri, kerajaanmu sendiri, yang akan menjadi cerita.

Langsung saja, mari tilik cara bermainnya berikut.

Cara Bermain

Paper Tales hanya berlangsung selama empat zaman atau empat putaran. Setiap putaran, permainan dimainkan secara simultan oleh semua pemain di setiap fasenya. Ada 6 fase yang harus dilewati oleh semua pemain sebelum memulai putaran berikutnya.

  1. Fase Rekrut: Semua pemain mendapatkan lima kartu baru dari dek utama. Lalu berlanjut memilih kartu dengan mekanik card drafting seperti 7 Wonders, Waroong Wars atau Sushi Go.
  2. Fase Penyebaran: Semua pemain memilih kartu-kartu mana saja yang akan dimainkan untuk memperkuat kerjaan dan untuk mendapatkan koin atau sumber daya dengan cara menutupnya. Setiap pemain hanya memiliki area 2×2 untuk memainkan kartu.

    Karena area terbatas, pemain juga boleh mengganti kartu yang lama dan diganti dengan yang baru. Buka kartu ketika semua pemain selesai memilih kartu, pemain harus membayarkan anggota baru ini dengan koin untuk bergabung ke kerajaanmu.

  3. Fase Perang: Semua pemain membandingkan besaran kekuatan kerajaannya dengan kerajaan di kanan dan di kirinya. Ingat, kekuatan yang dihitung hanyalah dari kartu-kartu yang dipasang di baris paling atas (front row).
  4. Fase Pendapatan: Semua pemain otomatis mendapatkan dua koin, ditambah koin-koin lain yang bisa didapatkan dari kemampuan kartu-kartu yang ada di kerajaanmu.
  5. Fase Membangun: Semua pemain memiliki kesempatan untuk mendirikan atau memperbaharui bangunan. Ada lima macam bangunan dengan masing-masing memiliki dua tingkatan yang akan memberi banyak keuntungan untuk pemain
  6. Fase Menua: Semua kartu sudah memiliki Aging token akan mati. Kartu-kartu yang belum mati akan mendapat Aging token baru.
Pemain Hijau memimpin!

Di akhir putaran keempat, pemain yang memiliki Legend Point (victory point) paling banyak akan memenangkan permainan.

Impresi Akhir

Komponen dan Visual

Dari segi kualitas, Catch Up Games telah melakukan yang terbaik. Cover bagian depan box ada yang dilapisi UV sehingga terlihat mengkilat. Ukuran kartu sama dengan ukuran standart untuk Magic the Gathering dan cetak agak tebal. Kualitas token (koin dan Aging token) juga cukup bagus, mudah dicopot dari papan cetak ketika pertama kali dibuka.

Untuk visualnya, seperti yang sudah disebutkan di awal ulasan ini, memang Christine Alcouffe bekerja bagus memberi coretan gambar yang unik. Membuat kartu seakan bercerita sendiri dan menjadi hidup di dunia fantasi ala Paper Tales.

Tambahan untuk visual, kebanyakan kartu dalam Paper Tales memiliki teks, namun pemahamannya dipermudah dengan kehadiran simbol-simbol yang mudah dihafalkan apa arti dari tiap simbol. Tersedia kartu bantuan yang menerjemahkan simbol-simbol ini.

Aksi

Trik dari permainan ini adalah batasan area kerajaan seluas 2×2 kartu akan memaksa pemain secermat mungkin merekrut kartu yang lebih berguna untuk kerajaannya. Untungnya, jika kamu berhasil mendirikan bangungan hingga level dua, area kerajaanmu akan bertambah luas.

Pemain hijau bisa memiliki total lima pasukan (tiga kartu di baris depan) karena salah satu bangunannya sudah level dua

Bagaimana pemain mengalokasikan koin (uang) untuk merekrut kartu baru yang lebih kuat juga menjadi bagian dari strategi. Sama saja bohong kalau kamu telah merekrut kartu bagus tapi tidak bisa mempekerjakannya lantaran tidak punya cukup uang.

Kesimpulan

Perlu waktu untuk memahami seluruh efek atau kekuatan dari kartu-kartu yang ada. Tapi tenang saja, mulai putaran kedua kamu pasti sudah fasih memainkannya. Permainan ini tidak cukup dimainkan hanya setu kali sesi saja, karena pasti kamu dibuat penasaran apa strategi yang cocok untuk kartu-kartumu sekarang.

Fase perang dalam permainan ini cukup penting. Setiap kamu berhasil memenangkan perang, tambahan tiga poin otomatis menjadi milikmu. Terlebih lagi, kalau kamu sudah punya bangunan atau kartu yang tepat, ada tambahan poin lagi ketika kamu menjadi juara saat perang.

Ketika kalah, kamu harus mengevaluasi kartu-kartumu mana yang harus dipensiunkan. Mau tak mau, kamu juga harus melihat kekuatan kerajaan lawan dan mengantisipasinya dengan menambah kekuatan kerajaanmu di putaran berikutnya.

Ingat! di akhir putaran, semua kartu yang memiliki Aging token akan menua dan mati (atau lebih tepatnya pensiun) dari kerajaanmu dan kamu harus mengisi kekosongannya dengan merekrut dan mempekerjakan yang baru. Ya! Zaman telah berganti, di sinilah rasa “Tales” dalam Paper Tales ini muncul.

Di luar fase perang, pemain bisa mendapatkan poin cara yang lain. Bisa lewat efek-efek kartu yang ada di kerajaanmu, termasuk kartu bangunan. Setiap bangunan yang kamu miliki juga menghasilkan poin untukmu di akhir permainan. Hanya saja, jika kamu ingin membangun tempat baru kamu harus membayar tambahan dua koin sebagai pajak tanah untuk setiap bangunan yang sudah kamu miliki.

Kondisi tengah permainan dalam sesi empat pemain

Karena dijalankan simultan, Paper Tales bisa berlangsung sangat cepat untuk setiap putarannya (jika semua pemainnya sudah pernah bermain). Salah satu fast-paced game yang penuh cerita.

Kalau kamu mencari sebuah board game yang bisa “hidup” dan bercerita (terima kasih untuk mekanik Aging-nya) namun bukan sebuah legacy game. Dan, durasi permainannya yang tidak memakan waktu lama, plus bisa dimainkan dengan beragam strategi tergantung dari kartu yang didapat. Paper Tales wajib kamu coba.

Tim Boardgame.id mengucapkan terima kasih kepada Catch Up Games yang telah memberikan review copy Paper Tales.

 

Bagikan:
vagansza
Editor of boardgame.id, board game enthusiast, and also a cheese lover. His favorite is Carcassonne. Nice to meet you!