Kabar Industri Komunitas

Menyusul Bandung dan Solo, Kini Board Game Library Juga Hadir di Surabaya

Bagikan:

Perkembangan industri board game Indonesia makin hari makin pesat. Dibandingkan ketika tahun 2015 lalu, belum banyak board game Indonesia yang beredar. Publisher board game seperti Canvas Ranger dengan Pet War atau Manikmaya Games dengan Mat Goceng dan Mahardikanya memang telah hadir kala itu.

Seakan mendapat lecutan, Indonesia tumbuh mengejar ketertinggalan dalam industri board game dunia. Semenjak berakhirnya Board Game Challenge 2015, keadaan kian berbeda. Satu per satu board game Indonesia muncul ke pasaran.

Para pemenang board game Challenge 2015

Dampak perkembangan industri ini tidak hanya dalam menelurkan board game-board game buatan dalam negeri saja, beberapa komunitas board game juga mulai bermunculan diberbagai kota di Indonesia. Bisa dibilang saat ini board game mulai melekat ke benak masyarakat. Buktinya board game cafe dan juga board game library juga mulai hadir di kota-kota besar.

Bicara soal board game library, Shuffle ID yang berlokasi di Cijagra, Bandung mungkin menjadi board game library yang pertama kali hadir. Pada bulan September lebih tepatnya. Kemudian disusul oleh Kota Solo, akhir Januari lalu mereka resmi memiliki board game library yang berlokasi di Muara Market, Banjarsari.

Tak mau kalah, Kota Surabaya juga akan segera memiliki board game library, sebuah tempat bermain board game yang diberi nama Table Toys Board Game Library. Sabtu besok (1/4), Table Toys Board Game Library akan mengadakan soft opening yang akan dibarengi dengan acara DODOL atau Dino Dolanan Board Game dari Komunitas PADAS (Papan Dolanan Arek Suroboyo).

Table Toys Board Game Library beralamat di Jalan Raya Mulyosari Ruko Central Park AB-10, Lantai 2, Surabaya. Nantinya perpustakaan board game ini akan buka dari hari Selasa –  Jumat jam 14.00 – 24.00 WIB dan Sabtu – Minggu dari jam 10.00 – 02.00 WIB.

Hanya dengan Rp 20.000, pengunjung sudah bisa bermain board game seharian di sana. Table Toys Board Game Library juga menawarkan paket membership seharga Rp 100.000 untuk akses bermain board game selama satu bulan, sepuasnya.

Para pengunjung dapat memilih board game 200an judul yang tersedia untuk dimainkan di sana. Jumlah ini merupakan gabungan koleksi pribadi milik Ang Martin dan David Santoso, dua pengelola perpustakaan ini. Pengunjung juga diperbolehkan membawa koleksi pribadinya untuk dimainkan di sana, namun tetap akan dikenakan biaya bermain 20 ribu di atas.

“Semoga dengan lebih tersosialisasikannya board game [lewat Table Toys Board Game Library], para pelaku industri board game juga mendapat dampak positifnya. Sehingga para pegiat dan pelaku semakin bersemangat.” Ungkap Ang Martin ketika ketika ditanya tentang harapan hadirnya board game library pertama di kota Pahlawan.

Bagikan:
vagansza
Editor of boardgame.id, board game enthusiast, and also a cheese lover. His favorite is Carcassonne. Nice to meet you!