Editorial Opini Surat Dari T1

Surat Dari T1: Peraturan Permainan

Bagikan:

Dalam bermain board game – pemahaman yang berbeda tentang sebuah peraturan adalah hal yang wajar. Sebagian kemudian memilih penyelesaian dengan cara cepat – membuat satu kesepakatan bersama atas perbedaan yang terjadi tanpa merujuk pada buku peraturan. Sebagian lain memilih menyelesaikan dengan cara seksama – merujuk kembali ke buku peraturan dan coba menemukan solusi dan landasan yang tepat untuk menyelesaikan perbedaan yang terjadi.

Cara yang pertama umumnya lebih mudah, lebih cepat, dan alur permainan umumnya tidak terganggu (lama). Sepakati saja, kemudian lanjutkan permainan dengan berlandaskan kesepakatan yang tersebut. Sayangnya, cara ini umumnya memberi pengalaman bermain yang sedikit berbeda dari yang mungkin seharusnya. Selain itu, kemungkinan besar akan juga menimbulkan perbedaan pendapat kembali di saat kita memainkan permain tersebut dengan pemain lain. Cara yang kedua lebih umumya membutuhkan waktu lebih lama. Merujuk kembali pada buku peraturan dan coba menemukan penjelasan yang tepat untuk perbedaan yang muncul. Karena membutuhkan waktu yang lebih lama, butuh kesabaran kolektif untuk bisa berhasil baik. Ketika hal ini yang dilakukan, sesi permainan selanjutnya umumnya menjadi lebih baik dan pengalaman bermain yang bisa optimal bisa hadir sepenuhnya.

IMG_9815

Tidak bisa dipungkiri bahwa membutuhkan usaha khusus untuk memahami peraturan pemainan (board game) dengan menyeluruh. Membaca dengan seksama dan senantiasa bersikap kritis secara jadi bagian usaha kita dalam memahami sebuah board game. Terlepas seberapa besar usaha kita memahami sebuah game, perbedaan pandangan kadang tetap saja ada. Menariknya kita selalu bisa menyelesaikan perbedaan itu dengan berlatih mencapai mufakat bersama atau membiasakan melakukan menelaah kembali segala peraturan secara seksama. Apapun pendekatannya kita tidak pernah membiarkan perbedaan pemahaman itu menghentikan kita untuk terus bermain bersama dan berbagi gembira.

Bayangkan jika hal di atas jadi bagian budaya yang ditumbuhkan oleh setiap keluarga Indonesia. Bayangkan jika anak-anak kita terbiasa membaca dan menelaah informasi secara seksama, bersikap kritis tanpa lupa tujuan utama, dan terbiasa mencari solusi dengan pendekatan terbaik untuk semua. Bukankan itu hal yang luar biasa? Mungkin membiasakan itu semua cukup dengan membiasakan bermain (board game) bersama mereka. Bagi saya itu cukup untuk jadi dorongan senantiasa terus coba hadirkan board game terbaik Indonesia. Tentu akan lebih menyenangkan jika kita bisa melakukannnya bersama-sama.

Eko Nugroho,
Koordinator tim penulis/redaksi boardgame.id

Baca juga:

Surat dari T1: Board Game dan Proses Pembelajaran Yang Lebih Manusiawi John Hunter - Proses Pembelajaran (World Peace Game) | Foto: humanium.org Pada sekitar tahun 1906 Elizabeth Magie, seorang penulis, reporter, dan ...
Behind the Scene, Potret Kesuksesan Board Game Asli Indonesia Memikat Pengunjung Pameran Board Game ... Senang, gembira sekaligus bangga menyelimuti tim Indonesia yang berangkat ke Jerman untuk mengikuti SPIEL'17. Bagaimana tidak, mereka terbang ke Jerma...
Bermain Board Game di Jakarta Comic Con 2015 Jakarta Comic Con diselenggarakan untuk pertama kalinya di Indonesia tanggal 25-27 September 2015 bertempat di Hall C JIExpo Kemayoran. Acara Jakarta ...
Bagikan:
enugroho
Game designer, happy Player, Kiriya admirer, and a food hunter. Kadang juga bagi cerita, ide, dan foto via twitter: @eNugroho
http://eko.nugroho.web.id