Kabar Game

Too Many Cinderellas, Bergosip Tentang Siapa Itu Cinderella

Bagikan:

Kalian semua pasti tahu kan cerita dongeng Cinderella? Siapa tak kenal, cerita mengenai putri yang mendambakan seorang pangeran dan berhasil bertemu berkat bantuan seorang peri. Dalam cerita, Cinderella dibantu peri untuk pergi ke pesta dansa yang diadakan di istana. Ketika dia berdansa dengan pangeran pujaannya, jam berdentang tengah malam dan Cinderella harus pulang sesuai amanat sang peri. Ketika berlari menuruni tangga, sepatu kaca Cinderella terlepas dan ditemukan oleh pangeran. Dengan sepatu inilah pangeran mencari Cinderella ke pelosok negeri. Ini mungkin cerita untuk anak-anak, karena jika untuk orang dewasa banyak kejanggalan terjadi (di luar eksistensi hal gaib dan kekuatan sihir sang peri tentunya), salah satunya adalah tidak mampunya sang pangeran mengenali muka Cinderella sehingga harus menggunakan bantuan sepatu kaca, dan benarkah dari semua perempuan di seantero kerajaan tidak ada yang bisa muat kakinya dalam sepatu kaca tersebut. Tapi baiklah ini hanya dongeng semata.

Ternyata ada sebuah game kartu dari Jepang yang memiliki tema Cinderella, nama game tersebut adalah Too Many Cinderellas.

[fruitful_tabs type=”accordion” width=”55%” fit=”false”]
[fruitful_tab title=”Informasi Permainan”]

Judul: Too Many Cinderellas
Kategori: Card Game
Game Designer: Nobutake Dogen & Nao Shimamura
Ilustrasi: Hinami Tsukuda / John D.C
Publisher: Taikikennai Games / Grail Games
Jumlah Pemain: 2-4 orang
Waktu Bermain: 10 menit
Rekomendasi Usia: 10 Tahun+

[/fruitful_tab]
[/fruitful_tabs]

Judul game tersebut bisa diartikan “terlalu banyak Cinderella”, cukup menggelitik dan menarik bukan? Game ini diterbitkan oleh publisher lokal asal Jepang, Taikikennai Games dan dibuat edisi Inggris-nya oleh Grail Games. Game ini dikemas dalam kotak kecil yang dapat dimasukkan ke dalam kantong saku (sangat mudah dibawa) hanya terdiri dari beberapa kartu dan token. Tema game ini merupakan parodi dari dongeng Cinderella, yang mana sang pangeran ternyata memiliki ingatan yang buruk dan tidak bisa dengan jelas mengingat Cinderella. Karena hal ini, banyak yang menyebarkan gosip akan Cinderella dan berharap sang pangeran termakan gosip ketika memilih Cinderella. Pemain akan menjadi pihak keluarga atau relasi dari calon Cinderella dan akan berusaha menyebar gosip sehingga calon merekalah yang akan dipilih oleh sang pangeran.

Seperti apa Cinderella yang dicari | Foto: boardgamegeek.com

Di awal game, tiap pemain akan dibagikan 4 kartu dan 2 token (bertanda OK dan NO). Mulai dari pemain pertama dan dilanjutkan ke pemain berikutnya sesuai arah jarum jam, pemain akan memainkan satu kartu dari tangannya. Kartu ini akan menjadi rumor / gosip yang disebar. Ketika dimainkan sebagai gosip, persyaratan (berupa simbol) di bagian bawah kartu menjadi berlaku. Simbol ini berupa karakteristik Cinderella yang bisa berupa warna rambut, tidak suka minum bir, anggur atau bahkan usia dan jenis kelamin. Sedangkan di sisi atas kartu terdapat angka dan sejumlah ikon karakteristik dari calon Cinderella pada kartu tersebut, gambar karakter pun juga dapat menyimpan karakteristik unik. Ketika dimainkan sebagai gosip semua pemain akan melakukan voting dengan menggunakan token yang mereka miliki. Jika ada minimal salah satu pemain yang memilih untuk tidak setuju (NO) akan gosip tersebut, maka Ia akan meletakkan token NO miliknya di atas kartu gosip tersebut dan persyaratannya tidak berlaku. Pemain hanya bisa memilih tidak sekali, jadi sangat penting sekali untuk memilih tidak. Permainan berlanjut ke pemain berikutnya hingga setiap pemain sudah memainkan 2 dari 4 kartunya. 2 kartu sisa di tangan tiap pemain akan menjadi calon dari Cinderella yang akan dipilih oleh pangeran. Ketika permainan berakhir periksa semua persyaratan dari gosip yang berlaku. Calon yang memenuhi kriteria tersebut merupakan sang Cinderella, akan tetapi memungkinkan untuk terdapat lebih dari 1 calon yang sesuai, jika ini terjadi, calon dengan angka terkecil merupakan Cinderella pilihan sang pangeran.

Komponen permainan | Foto: boardgamegeek.com

Game ini sangat sederhana dan singkat untuk dimainkan, cukup 10 menit setiap sesinya. Satu hal yang dirasakan pertama kali dalam permainan adalah sulitnya membiasakan diri dengan gosip yang tertera pada kartu yang tidak intuitif sehingga kadang membuat bingung. Pemain kurang memiliki kontrol dalam hasil yang akan keluar karena banyak elemen yang terlalu acak dalam mempengaruhi hasil akhir. Jadi saran saya, coba sebisamu dan nikmati keseruan dan keanehan dengan Cinderella yang dipilih sang Pangeran, lagipula ini juga bukan game yang serius kan? Tak disangka di dalam game ini ternyata Cinderella bisa saja lelaki atau bahkan kucing. Orang Jepang memang unik, bahkan dalam membuat card games.

Baca juga:

Nusfjord : Daya Pikat Bahari Norwegia Masa Lalu Dalam era boardgame modern, objek apapun akan menarik jika bersanding dengan desain yang tepat. Inilah yang terjadi pada sebuah desa, yang kini menari...
Evolution the Beginning: Memangsa atau Dimangsa, Awal dari Siklus Kehidupan Kita tahu jika kura-kura merasa takut, ia akan menyembunyikan tubuhnya ke dalam cangkang. Di sekolah kita juga mendapat ilmu, ketika cicak memutuskan ...
Waroong Wars, Memasak Hidangan Khas Surabaya Melalui Card Game Coverbox Depan Waroong Wars adalah card game Indonesia yang menjadi juara dalam ajang kompetisi Board Game Challenge 2015 yang diadakan oleh Kumma...
Bagikan:
vardamir
Angrod Vardamir (aka Kris Ardianto) started his board gaming journey in 2011 when a friend asked him to play Monopoly, which He dislikes. After that He went to try His first 'true' board game in Arkham Horror and fell in love with the hobby. He found out His passion in board gaming and joined IBG (Indo Board Games) community during it's pinnacle moment, exploring hundreds of titles with other members. Now He is sort of a board game connoisseur though there are still a lot of things to learn. He plays, collects and manages blog review about board games (https://myboardgamejournal.wordpress.com). Vardamir has been an avid gamer since the beginning but his true taste lies on games with Euro-style, constrained luck and non-abstract. Of course despite of His taste, he still likes great epic Ameritrash or Hybrid games like Twilight Imperium, Chaos in The Old World and others.
https://myboardgamejournal.wordpress.com/