Designer Log

[Wawancara] Dibalik Pembuatan Board Game Monas Rush

Bagikan:

Menyusul juara-juara Board Game Challenge 2015 (BGC2015) yang telah merilis tiga board game, seperti Waroong Wars (Surabaya), Pagelaran Yogyakarta (Jogya), dan Perjuangan Jomblo (Bandung). Awal bulan Juni ini, board game Monas Rush menjadi board game BGC2015 keempat yang telah rilis ke pasaran.

[fruitful_tabs type=”accordion” width=”100%” fit=”false”]
[fruitful_tab title=”Profil Singkat Empat Kreator Monas Rush”]

Bernardus Boy Dozan
Seorang founder dari sebuah game developer Joyseed Gametribe yang percaya bahwa value yang terkandung dalam sebuah game sangat lah penting. Suka party game seperti One Night Werewolf, The Resistance, selain party game Boy juga suka game seperti Puerto Rico, dan Small World.

Timothy Istianto
Salah satu dari duo visual artist di bawah nama “TMV” yang menangani proyek illustrasi dan design grafis. Menyukai game Manila, Bloodbound, dan Stone Age.

William Davis
Seorang illustrator yang bekerja di bawah nama Pionicon dan Kosmik. Bukan seorang pemain board game awalnya, mengaku suka game Poker/Capsa.

Nikko Soetjoadi
Passionate game designer yang selalu menghasilkan game terbaik bersama tim.

[/fruitful_tab] [/fruitful_tabs]

Ferdian Kelana dari satumeja.com sempat melakukan wawancara singkat dengan salah satu desainernya yaitu Boy Dozan sebelum Monas Rush di rilis. Berikut kutipan wawancaranya:

Flashback saat mengikuti 3 hari BGC tahun lalu, kalian ikut BGC dulu itu sudah sebagai satu team atau baru dibentuk saat itu?
Saat mengikuti BGC disitu baru pertama kalinya tim dibentuk, Timmy merupakan teman kuliah saya di Surabaya, sementara Nikko baru berkenalan saat disana. Jadi tim ini baru dibentuk disana.

Bagaimana ceritanya awal ide game ini dibuat saat itu?
kami berangkat dari sebuah problem dan kegelisahan, dimana dewasa ini orang-orang Indonesia semakin individual, acuh tak acuh, dan tidak peduli satu sama lain, terutama di kota-kota besar. Sehingga banyak problem kota yang seharusnya kami bisa bergerak untuk membuat perubahan, tetapi kami diam saja karena beranggapan ada orang lain yang bertanggung jawab untuk itu.

empat kreator board game monas rush
Empat kreator (kiri-kanan): Boy Dozan, Timmy, Davis, Nikko | Gambar: satumeja.com

Kemudian dari problem itu, kami mencari bagaimana mencari solusi hal tersebut melalui sebuah permainan. Munculah ide “Panjat Jakarta” (codename pertama Monas Rush), dimana kami mendesign sebuah game co-op, dimana kami bekerja sama untuk mencapai puncak bersama-sama dengan mekanik matching symbol untuk memanjat.

kami juga mengangkat tema di dunia hewan, karena kemajemukan hewan relate dengan kemajemukan masyarakat Indonesia, yang berbeda suku, budaya, dan ras, namun jika kami bersama-sama kami bisa mencapai satu hal. Itu yang ingin kami angkat dalam game ini dan ide dasar dari game ini.

Apa saja perubahan dari game ini, sejak dari final BGC2015 sampai game ini siap dirilis?
Banyak sekali, haha.. Kami banyak melakukan perbaikan hingga sebelum masuk produksi masal. Setelah final BGC2015 dan kami mendapatkan juara favorit, di sana kami sering kali melakukan test play di beberapa event.

Berdasar dari feedback saat play day di final BGC, beberapa playetest, masukan dari tim lain dan masukan dari tim Kummara. Kami mengubah core mekaniknya menjadi kompetitif, dimana lebih sesuai dengan market di Indonesia.

Apakah pesan dan value yang mau kami sampaikan menjadi hilang?
Tidak juga, karena konsep panjat pinang di Monas Rush itu walau kami berbeda-beda tujuan, cuman kami masih saling menopang dan membantu secara tidak langsung kepada pemain, jadi value yang mau kami sampaikan tetap kuat.

Board Game Monas Rush
Permainan Monas Rush | Gambar: satumeja.com

Mekanik utamanya juga kami breakdown, serta dari segi art direction lebih kami sesuaikan target market, serta lebih kami poles lagi untuk menghasilkan karya yang maksimal.

Banyak sekali playtest yang kami lakukan dan kami sering memperbaiki prototype kami dari feedback pemain yang mencoba Monas Rush ini. Untuk design UX (User Experience) kami juga explore dengan mencoba playtest berkali-kali, apakah simbolnya mudah dipahami, dan seterusnya.

Kesulitan apa yang paling menantang untuk mempersiapkan game ini?
Kesulitan yang paling menantang bagi kami, yaitu menentukan bentuk permainan yang terbaik dan menarik untuk target audience kami. Kadang kami merasa tidak puas jika ada pemain yang merasa game kami kurang asik, sehingga hal itu mendorong kami terus untuk memperbaiki prototype kami. Kadang sering kami buntu juga dalam game designnya, harus diapakan sehingga lebih menarik.

Apakah ada pembagian tugas diantara kalian dalam mengerjakan Monas Rush? Bagaimana pembagiannya kalau ada.
Game Designer: Boy Dozan, Nikko Soetjoadi
Illustrator: William Davis
Visual Director: Timothy Istianto
Overall sih seperti ini, plus saya punya tanggung jawab untuk memastikan semuanya berjalan sebagaimana mestinya.

Setelah game ini rilis nanti, apakah kalian mempersiapkan sesuatu untuk mendukung pemasaran yang dilakukan oleh pihak kompas?
Ada, tunggu kabar mainnya ya.. Soalnya sedang kami persiapkan

Ada Merchandise atau produk pendukung game yang dijual terpisah nantinya? Kalau ada, seperti apa aja itu? 
Kalau ini sih rencananya juga ada, cuman kami mau lebih fokus pada Monas Rushnya sendiri terlebih dahulu, membesarkan fanbasenya terlebih dahulu.

Ada hal yang ingin disampaikan kepada kawan kawan yang membaca informasi ini?
Sebentar lagi Monas Rush bakalan rilis ke pasaran, Semoga produk kami bisa dinikmati! jika ada saran, kritik dan pertanyaan tentang Monas Rush silakan saja ke boydozan@hotmail.com,

Oya follow social media kami ya di facebook.com/monasrush dan instagram @monasrush.

Sumber: satumeja.com

Bagikan:
vagansza
Editor of boardgame.id, board game enthusiast, and also a cheese lover. His favorite is Carcassonne. Nice to meet you!