Shuffle Sleepover, Serasa Bermain Bersama Keluarga Besar

Shuffle Sleepover, Serasa Bermain Bersama Keluarga Besar

Kumpul-kumpul dengan keluarga besar biasanya terjadi pada saat lebaran. Mengunjungi rumah kakek untuk silaturahmi. Kedatangan keluarga besar kerap disambut jamuan makan yang tak kalah besar. Keluarga dari jauh berdatangan dan ikut berkumpul. Satu rumah ujug-ujug menjadi padat dengan suasana kekeluargaan.

Suasana di atas anehnya saya rasakan juga saat bergabung ke acara Shuffle Sleepover beserta 19 peserta lainnya. Shuffle Sleepover merupakan acara menginap yang diusung oleh Shuffle Board Game Library. Acara seperti ini biasa disebut juga sebagai board game camp. Beberapa peserta bahkan awalnya tidak saya kenal namun sudah seperti keluarga sendiri setelah sekali bermain board game dengan mereka.

Berhubung tidak memiliki kendaraan pribadi, saya dan istri memutuskan untuk berangkat menuju lokasi bersama dengan rombongan kru Shuffle yang sudah standby dari jam 9 pagi. Kami berkumpul pagi di markas Shuffle di Jalan Sidomukti nomor 99b. Sekitar pukul 10:00 kami berangkat menggunakan taxi online.

Perjalanan kami menempuh waktu sekitar 45 menit menuju villa Oemah Kajoe. Berlokasi di daerah Lembang yang merupakan dataran yang lebih tinggi memang membuat hawa lebih dingin. Membawa baju tebal dan jaket sangat dianjurkan kalau kamu baru mau ke sini pertama kali.

Sesampainya di lokasi cuaca sedikit tidak bersahabat. Langit sedang hujan kecil. Kami lantas buru-buru mengeluarkan barang-barang dan pastinya menu utama acara ini, board game. Untungnya semua aman.

Sembari menanti peserta yang datang dengan kendaraan pribadi, beberapa peserta wanita yang sudah hadir langsung menggelar board game. Princess Legend, permainan deduksi untuk 8 pemain ini menjadi permainan pembuka. Sementara peserta laki-laki bersiap diri menunaikan ibadah shalat Jum’at.

Sepulangnya dari shalat jumat, makan siang bersama sudah mulai disiapkan. Tersedia sayur asam, telur balado, tempe goreng dan krupuk yang siap mengenyangkan perut para peserta. Sambil saling ngobrol berkenalan satu sama lain.

Inti dari acara menginap ini adalah memberikan waktu untuk bermain sebebas dan sepuas-puasnya. “Enak ya, bisa main seharian.” Ujar Darin, salah satu peserta Shuffle Sleepover.

Namun lebih daripada itu, panita juga telah menyiapkan beragam acara seru seperti workshop manual coffee brewing yang menjadi agenda sore itu. Workshop dipimpin oleh mas Aga, owner dari Stenang Coffee yang warungnya beralamat di Jalan H. Wasid No.29, Bandung.

Mas Aga juga membawa barista andalan mereka untuk mengajarkan kami cara menyeduh kopi menggunakan teknik V60. Pertama tentu harusada biji kopi, kemudian digiling sampai halus. Tuangkan bubuk kopi hasil gilingan ke corong V60 yang sudah dipasangi filter. Tuangkan air panas dan kopi siap diminum.

Usai ngopi, peserta lanjut bermain board game. Beberapa peserta yang memang sudah janjian lebih dulu langsung membuka box board game terbesar di acara ini, yaitu Twilight Imperium ediski ke-4 (TI4). Game ini memang sudah dinanti-nantikan untuk dimainkan di sini lantaran tidak pernah ketemu waktu yang pas. Pasalnya, sesi 6 pemain TI4 membutuhkan waktu sekurang-kurangnya 6 jam untuk diselesaikan. Jadi bagi mereka ini waktu yang tepat untuk menentukan siapa penguasa galaksi.

Di saat sebagian peserta mencoba bergelut di luar angkasa, peserta yang lain terlihat ingin menaklukkan dunia lewat LEADERS. Sebuah hybrid board game yang memanfaatkan aksi rahasia lewat aplikasi dan eksekusi pasukan di area papan permainan. Tujuannya menjadi pemimpin dunia lewat perang atau riset dan teknologi.

Sebagain peserta sisanya tertangkap memainkan The MindĀ yang berusaha menyatukan pikiran untuk memainkan kartu dari angka yang paling kecil, menebak mimpi dan menceritakannya kembali dalam When I Dream, lalu menjadi penyintas yang harus kabur dari kejaran maniak memakai kacamata hitam lewat Nyctophobia dan lainnya.

Baca juga:Ā The Mind: Selaraskan Pikiran Demi Kemenangan [Review]

Makan Nggak Makan Ngumpul (Trus Main)

Tak terasa langit sudah gelap. Sebentar lagi jam makan malam. Arang dan alat bebakaran sudah disiapkan. Menu makan malam kali ini adalah ayam bakar, kami membakarnya sendiri.

Dari menu siang sampai menu makan malam tidak ada yang mewah. Menu makannya sederhana namun kami berkumpul bagai keluarga besar. Coba suasana seperti ini bisa selalu dibangun di tengah keluarga masing-masing, makan bersama lalu disambung dengan main board game bersama. Pasti bakal seru.

Dengan udara yang semakin dingin, semangat kami untuk bermain tidak kendor. Berbagai judul lain kami mainkan. Ada Nauticus yang mengajak pemain membuat kapal untuk berdagang. Menjadi suku Mayan untuk membangun piramida dalam Teotihuacan: City of Gods. Bertanding american football dengan ras dan tim yang menghalalkan segala cara untuk menang lewat Blood Bowl: Team Manager. Ada pula yang memainkan Mea Culpa, mencoba mendapatkan surat pengampunan dosa agar nanti masuk surga.

Saat jarum besar dan pendek melewati angka 12, beberapa peserta sudah mulai tumbang. Ada juga yang masih berlanjut hingga jam 2 dini hari hingga akhirnya kami sepakat untuk istirahat dulu.

Pagi harinya terlihat beberapa pemain yang kembali semangat bermain. Mereka bermain Natsu no Takaramono (Harta Musim Panas), meminta pemain melakukan berbagai aktivitas seru untuk mengisi liburan musim panas di Jepang dalam bentuk mengumpulkan kartu. Ada juga yang bermain Bloody Inn, menjalankan bisnis kriminal dengan menyembunyikan mayat ke dalam penginapan.

Pukul 08:30, peserta lainnya sudah mulai tersadar dari tidurnya dan bersiap untuk sesi Kelas Memasak. Pada kesempatan ini kami belajar membuat Onigiri. Bahan yang perlu disiapkan hanyalah beras, ketan dan rumput laut dengan isian jagung, daging ayam plus mayonaise. Trik dalam membuat Onigiri adalah menjaga teksur campuran beras dan ketan agar lengket sehingga mudah dibentuk dan diberi isian.

Ternyata cukup mengenyangkan juga setelah melahap dua bongkahan Onigiri sebagai sarapan. Masih ada waktu sebelum chekout kami memanfaatkannya untuk bermain lagi. Sebagian terciduk memainkan Cottage Garden, membuat taman dengan bumbu puzzle berbentuk tetromino. Lainnya lagi ramai-ramai bermain Citadels, memanfaatkan beberapa peran masyarakat untuk lebih dulu membangun 7 kota.

Berhubung Shuffle Sleepover hanya satu malam, kami harus bersiap untuk checkout jam 12 siang. Terima kasih Boardgame.id sudah diundang untuk meramaikan acara ini. Acaranya seru, pesertanya juga asyik-asyik. Meskipun beberapa ada yang beru pertama ketemu tapi kini sudah seperti keluarga. Semoga ada Shuffle Sleepover yang kedua dan seterusnya.

Untuk album foto selengkapnya bisa kamu lihat di Facebook Boardgame.id berikut ini:

https://www.facebook.com/pg/boardgame.id/photos/?tab=album&album_id=2338503403060143

 

 

 

You may also like