Kenali Peran-Peran Ini Sebelum Masuk ke Industri Boardgame

Kenali Peran-Peran Ini Sebelum Masuk ke Industri Boardgame

Kamu tertarik nyemplung ke industri boardgame? Atau baru mempertimbangkan masuk? Ada baiknya kamu pahami dahulu peran-peran para pelaku industri boardgame berikut sebelum terjadi kesalahpahaman

Mengapa? Karena ternyata masih banyak dari kita yang ternyata belum memahami betul pembagian dan peta peran yang ada di dalam industri ini. Masih ada desainer yang membayar illustrator untuk prototype nya, dan masih ada juga publisher yang melemparkan layout dan tipografi gimnya kepada illustrator yang padahal bukan ranah mereka.

Nah, kali ini Boardgame.id telah merangkumkan peran-peran yang wajib kamu pahami untuk dapat memahami dan terlibat secara efektif di Industri boardgame :

1. Perancang Boardgame (Boardgame Designer)

Seperti yang kita tahu, desainer adalah orang atau sekelompok orang yang menciptakan desain boardgame sehingga playable. Seorang desainer bertanggung jawab terhadap ide awal dan basis gameplay sebuah gim. Untuk menjadi desainer yang baik diperlukan sense of discovery dan kreatifitas yang mumpuni untuk dapat menghasilkan gim yang benar-benar segar.

Terkadang peran desainer diturunkan lagi menjadi Lead Designer (inisiator dan pemimpin dalam pengembangan gim) dan co-designer (design support yang membantu lead designer). Seorang desainer biasanya mendapat royalty 5-10% dari harga jual gim, namun implementasinya bisa sangat bervariasi.

Fokus perancang: Menciptakan basis gameplay yang menarik
Di luar tanggung jawab perancang : penentuan ilustrasi dan grafis, penentuan komponen akhir, cetak gim, pemasaran / distribusi gim (meskipun desainer yang baik harus mempertimbangkan feasibility produk akhir juga)

Para perlaku industri board game. Coba tebak ada berapa peran-peran berbeda yang ada dalam foto ini?

2. Pengembang Boardgame (Boardgame Developer)

Jika desainer adalah penulis naskah, maka developer adalah sutradaranya. Seorang developer bertugas untuk mengubah rancangan desainer menjadi produk akhir yang siap cetak. Dalam masa pengembangan, developer juga melakukan sesi playtest dan memberikan masukan ke desainer terkait bagian-bagian yang masih perlu direvisi. Tentu segala revisi atau perubahan cara bermain tetap perlu dikomunikasikan dua arah dengan si perancang boardgame.

Untuk menjadi developer yang baik dibutuhkan kejelian dan jam bermain yang tinggi. Developer juga harus memiliki sense yang baik untuk menentukan apakah sebuah gim sudah layak terbit. Desain yang biasa saja bisa menjadi baik di tangan developer yang tepat. Sebaliknya, desain bagus bisa menjadi produk yang buruk jika ditangani tim development yang salah. Karena perannya yang krusial, kebanyakan developer terasosiasi dengan publisher tertentu.

Fokus developer : Mewujudkan gim yang siap cetak dari karya para desainer
Di luar tanggung jawab developer : penentuan akhir komponen, ilustrasi, harga jual, pemasaran gim

3. Penerbit Boardgame (Boardgame Publisher)

Publisher – seperti namanya – berperan untuk menerbitkan gim yang sudah jadi. Publisher lah yang menyelenggarakan kontrak dengan designer. Meski begitu, hak penerbitan biasanya memiliki batas waktu. Artinya jika habis masa kontrak dengan satu penerbit, perancang bisa menawarkan rancangannya ke penerbit lain, atau jika beruntung penerbit lain yang langsung menghampirimu untuk membuat kontrak baru.

Biasanya penerbit akan bekerja sama dengan percetakan tertentu untuk mencetak rancangan-rancangan dari desainer. Mereka juga yang perlu melakukan pengecekan secara berkala untuk memastikan kualitas cetak produk seperti yang dijanjikan oleh percetakan (quality control).

Fungsi kepemilikan sebagai sebuah produk dan hak pembuatan barang turunannya juga ada di sisi publisher. Karenanya, publisher adalah pihak utama yang wajib melakukan aktifitas marketing untuk sebuah produk gim seperti menghubungi reviewer, beriklan, membuat video promosi, dan menyalurkan barang ke distributor / retailer.

Fokus publisher : menentukan komponen akhir, menentukan harga jual, membangun portofolio produk gim dan layanan komunitas yang kuat
Di luar tanggung jawab publisher : Publisher terlibat di hampir semua bagian rantai pasok.

Kafe boardgame berbasis di Surabaya yang juga memiliki divisi publishing, Tabletoys Indonesia.

4. Distributor (wholesaler)

Distributor adalah pihak yang membeli produk gim dari publisher dalam jumlah besar untuk didistribusikan kembali ke pengecer. Indikasi industri boardgame sudah cukup dewasa adalah ketika distributor bisa membeli barang dari tangan pertama (publisher) secara langsung dengan diskon 50-60% dari harga jual standar (MSRP). Biasanya distributor akan membeli produk dengan jumlah besar (bulk order)

Distributor diperlukan karena akan sangat membantu penerbit untuk memasarkan dan mendistribusikan produk-produk mereka melalui jaringan yang dimiliki distributor. Distributor ada untuk mengkoordinir sebagian besar gim yang beredar sehingga retailer nantinya hanya perlu membeli barang dari 1-2 distributor saja.

Fokus distributor : memiliki katalog gim yang lengkap, memastikan penyebarluasan produk dari penerbit dengan kebijakan pembelian yang baik
Di luar tanggung jawab distributor : penggantian / kekurangan komponen, pemasaran gim (meskipun beberapa distributor membantu mengiklankan gim juga untuk mempercepat stok keluar)

5. Pengecer (Retailer)

Retailer adalah pihak yang membeli produk gim dari distributor untuk dijual kembali ke konsumen akhir secara eceran. Best practice yang terjadi selama ini, retailer biasanya mendapatkan margin 30% dari harga jual standar (MSRP). Secara umum hal ini berlaku juga di industri boardgame Indonesia, meskipun sebagian besar retailer di Indonesia membeli langsung kepada publisher karena belum maksimalnya fungsi distributor.

Fokus retailer : menyediakan katalog gim yang lengkap dan pelayanan konsumen yang baik
Di luar tanggung jawab retailer : pemasaran gim (meskipun seperti distributor, retailer kadang membantu mengiklankan produk untuk mempecepat stok keluar)

Retailer khusus Boardgame Indonesia, Playspace yang berbasis di Bandung

6. Reviewer

Reviewer adalah bagian penting dalam siklus industri karena memberikan pertimbangan dan pengaruh kepada konsumen akhir dalam bentuk konten. Reviewer biasanya berhubungan langsung dengan publisher. Secara umum ada dua jenis reviewer : paid reviewer, dan unpaid reviewer.

Paid reviewer mendapat bayaran uang dari publisher dengan imbal balik berupa video / tulisan dengan format (bukan konten) yang sudah disepakati. Sementara unpaid reviewer biasanya tidak mendapat imbalan apapun kecuali review copy dari gim yang diberikan oleh publisher.

Paid reviewer biasanya memiliki garansi waktu perilisan konten, sementara unpaid reviewer tidak memberikan jaminan rilisnya konten. Unpaid reviewer biasanya juga lebih blak-blakan. Di Indonesia unpaid reviewer ini misalnya RWH Shadow, Segara.id, Meeple Eksyen, Playday.id dan Boardgame.id sendiri.

Fokus reviewer : merilis konten secara konsisten dengan delivery format yang disukai konsumen
Di luar tanggung jawab retailer : dampak dari review yang dikeluarkan (impact penjualan, sentiment negative dari konten) meskipun ada kode etik tidak tertulis yang membatasinya.

Reviewer berbasis video yang cukup konsisten di Indonesia , RWH Shadow

7. Ilustrator (Illustrator) dan Desainer Grafis (Graphic Designer)

Ilustrator biasanya dipekerjakan oleh publisher untuk mengerjakan aset & gambar-gambar yang ada di dalam sebuah gim (kartu, papan permainan, cover box). Ilustrator yang baik dapat menyajikan gambar yang representatif untuk sebuah gim, namun belum tentu dapat mengerjakan layout dan komponen grafis (UI/UX) yang baik pula.

Untuk menghasilkan UI/UX gim yang baik kita membutuhkan desainer grafis yang memiliki pengetahuan tentang bagaimana sebuah gim biasa dimainkan. Dari situ desainer grafis akan memutuskan bagaimana bagian dalam komponen seperti tipografi dan iconografi disajikan beserta penempatan terbaiknya. Publisher yang cukup mature biasanya memiliki pengarah grafis sebagai pengatur dan pemberi arahan kepada tim illustrator dan desainer grafis di bawahnya untuk mengerjakan layout dalam game ataupun pada rulebook.

Fokus Ilustrator : Memberikan ilustrasi yang representative bagi gim
Fokus Graphic Designer : Membuat susunan grafis yang memberikan pengalaman main terbaik
Di luar tanggung jawab illustrator dan desainer grafis : penentuan tema, keputusan konten ilustrasi (meskipun biasanya juga memberikan masukan)

Penempatan elemen-elemen dalam kartu sangat penting dalam pengalaman bermain

Itulah peran-peran utama dalam industri yang perlu kamu ketahui. Dalam kenyataannya, bisa jadi ada irisan dalam implementasi peran-peran tersebut. Misalnya desainer yang merangkap ilustrator, developer yang tergabung dalam tim publisher, juga illustrator yang juga dapat mengerjakan layouting.

Mengetahui peran-peran tersebut juga dapat memberikan gambaran peran apa yang paling cocok untuk dirimu. Bisa jadi kamu tidak jago menciptakan kombinasi mekanik, namun jam mainmu yang tinggi membuatmu bisa membedakan mana gim yang solid dan mana yang belum sehingga cocok menjadi developer. Apapun peran yang kamu pilih, tetap semangat dalam berkarya ya!

You may also like

Leave a Reply