Mari Belajar dengan Gembira di Game Based Learning Festival

Mari Belajar dengan Gembira di Game Based Learning Festival

Dewasa ini, banyak guru dan sekolah yang sudah mau terbuka dengan game dan menjadikannya sebagai alat atau media untuk menciptakan kegiatan belajar mengajar yang seru serta interaktif. Di Amerika misalnya, guru-guru di daerah Alabama Barat malah menciptakan board game yang mereka sesuaikan dengan bahan ajaran di sekolahnya.

Baca juga: Di Amerika, Para Guru Gunakan Game Sebagai Alat Bantu untuk Mengajar

Fenomena mengajar menggunakan game rupanya mulai terlihat juga di Indonesia.

Menurut pendapat pak Nunuk Riza Puji, seorang guru SMA 1 Petungkriyono di Jawa Tengah, pada dasarnya game dan belajar itu hal yang saling berkaitan. “Game dan pendidikan sebenarnya merupakan dua entitas yang bisa berhubungan dengan apik kok. Saya pernah mempraktekkannya, dan saya merasakan sekali keseruan serta keefektifan penggunaan game untuk pembelajaran baik di sekolah maupun di rumah bersama anak,” ujarnya.

Baca juga: Guru SMAN 1 Petungkriyono: Mengajar Generasi Gamer ya Harus Pakai Game Dong [Wawancara]

Belajar poster gbl fest

Melihat potensi game yang luar biasa, Ludere Nusantara (Ludenara), sebuah organisasi yang fokus pada implementasi game-based learning untuk pendidikan berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk menggelar Game-based Learning Festival (GBL Fest). Fokus dari acara ini adalah untuk menunjukkan bahwa game bisa dimanfaatkan oleh para orang tua, guru ataupun pendidik untuk menciptakan suasana belajar mengajar yang seru dan interaktif.

Adapun rangkaian utama dari GBL Fest kali ini yaitu Seminar bertajuk “Optimasi Game & Digital Teknologi Untuk Akselerasi Kualitas Pendidikan Indonesia” serta showcase beberapa board game Indonesia yang memiliki nilai pembelajaran yang cukup tinggi. Selain itu ada pula sesi berjejaring dengan para narasumber dan juga tamu.

Baca juga: Apa Bedanya Games, Game-Based Learning dan Gamification? [Infografik]

Narasumber yang akan hadir menjadi pembicara dalam seminar antara lain: Dr. Irfan Syauqi Beik (Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan – Baznas), Scot Osterweil (Game Designer & Creative Director of Education Arcade – MIT), dan Achmad Ghazali, Ph.D (Director of QA and Accreditation & Assistant Professor – SBM ITB) yang akan dimoderatori oleh Eko Nugroho (Co-founder Kummara Game Design Studio & Co-founder Ludenara).

Selanjutnya beberapa judul board game yang akan ditampilkan dalam GBL Fest adalah sebagai berikut:

  • SIAGA!, sebuah board game tanggap bencana dari Baznas.
  • Galaxy Obscurio dan The Rampung, dua board game dari PeaceGeneration Indonesia tentang anti kekerasan dan toleransi.
  • Carpe Diem, board game yang meningkatkan kesadaran bahayanya depresi dan pentingnya menjaga kesehatan mental dari UNISBA.
  • Gastronot, board game hasil kolaborasi dengan HIVOS tentang gerakan gastronomi dengan tema astronot yang pergi ke berbagai planet untuk mengumpulkan makanan.
  • Seri board game KPK yang setiap judulnya menanamkan pentingnya jujur untuk berbagai kalangan usia.
  • Aquatico, board game dari Coral Triangle Center mengajak pemain menjaga ekosistem air dari limbah/pencemaran.
  • Wilah!, permainan kartu sederhana dari Social Designee untuk anak-anak belajar memilah dan mengolah sampah.
  • dan masih banyak lagi

*Aquatico dan Wilah! sudah tersedia di Galeri Board Game Indonesia. Kunjungi PlaySpace by Boardgame.id atau hubungi tim sales Boardgame.id untuk mendapatkannya.

GBL Fest akan diadakan pada hari Sabtu, 9 November 2019 di Auditorium Nemangkawi Gedung Freeport lantai 6, SBM ITB, Jalan Ganesa no. 10, Bandung dari pukul 08:00 WIB hingga 14:00 WIB.

Acara ini tidak dipungut biaya, namun kursi terbatas. Segera daftarkan diri kamu untuk mengikuti GBL Fest dengan mengisi formulir di halaman berikut: http://bit.ly/gamebasedlearning_ludenara

Jika ada pertanyaan atau membutuhkan informasi lainnya silakan hubungi Novie di 0858-1448-8298

You may also like