Mengenal Mekanik Kooperatif dan Macam-Macamnya [Pojok Desain]

Mengenal Mekanik Kooperatif dan Macam-Macamnya [Pojok Desain]

Berkompetisi dalam sebuah pertandingan (termasuk board game) dengan tujuan menjadi juara satu tentu sudah biasa. Ternyata selain kompetisi ada juga board game yang mengandalkan kerja sama atau yang biasa dengan sebutan mekanik kooperatif.

Yang membuat permainan kooperatif menarik adalah tidak ada pemenang tunggal. Dengan kata lain, semua pemain yang terlibat dalam permainan tersebut akan menang atau mengalami kekalahan bersama-sama. Kalau kita bicara soal board game, hal mendasar yang paling membedakan antara board game kompetitif dengan kooperatif yaitu:

  • Kompetitif: Pada bagian objektif dan akhir permainan, biasanya board game kompetitif hanya menyebutkan bagaimana cara pemain memenangkan permainan. Entah itu mengungguli lawan mainnya dari segi poin, kartu/benda yang dikumpulkan atau siapa yang lebih dulu melewati garis finish.
  • Kooperatif: Selain menyebutkan objektif yang harus dicapai bersama, permainan dengan mekanik kooperatif juga menjelaskan apa saja kondisi yang membuat para pemain tersebut kalah atau gagal sebelum tujuan mereka tercapai. Terkadang kondisi kalah ini dibuat lebih dari satu kondisi.

Baca juga: 4 Manfaat Bermain Board Game Kooperatif

Pandemic, the game, has become all too real, says its creator
Board game Pandemic | Foto: Detroitnews.com

Bukan kooperatif, bukan juga kompetitif

Rupanya mekanik kooperatif pun pemanfaatannya bisa bercabang, yaitu dari pure/full co-op menjadi one versus many. Berikut perbedaannya:

  • Pure/full co-op atau kooperatif murni: Semua pemain akan bermain melawan sistem atau mengalahkan tantangan yang diciptakan atau muncul dari dalam permainan itu sendiri. Contoh permainan yang menggunakan mekanik kooperatif murni antara lain Pandemic,¬†Flash Point: Fire Rescue, Magic Maze¬†dan lain-lain.
  • One vs. many atau satu lawan banyak: Di sini biasanya melibatkan satu pemain yang memiliki tugas untuk mengganggu misi pemain lain yang berada dalam satu tim. Mereka yang satu tim ini sepenuhnya harus bekerja sama layaknya kooperatif murni, bedanya tantangan bukan muncul dari permainan itu sendiri melainkan diatur oleh overlord alias pemain yang sendirian tadi. Contohnya seperti Descent 2nd Edition, Fury of Dracula 4th Edition, Star Wars: Imperial Assault dan masih banyak lagi.

Baca juga: Matt Leacock: Butuh Waktu 3 Tahun Untuk Mengembangkan Pandemic [Exclusive Interview]

Lalu bagaimana dengan board game yang memiliki mekanik semi-cooperative ataupun team-based game?

Mereka tidak bisa disebut sebagai permainan kooperatif lantaran satu pemain akan tetap muncul sebagai pemenang tunggal. Pada permainan semi-cooperative atau kooperatif semu, para pemain mungkin akan bekerja sama dan saling membantu tapi hanya pada saat tertentu saja. Pada akhirnya, ketika permainan selesai hanya akan ada satu pemenang saja.

Untuk kasus team-based game, biasanya memunculkan dua atau lebih tim/kubu yang ujungnya adalah pasti hanya salah satu tim saja yang akan menang. Mereka yang berada di tim yang berbeda tidak bisa menang bersama.

Dead Winter Among Us
Dead of Winter mengusung mekanik semi-cooperatif | Foto: Kristo Vaher

Sebagai catatan hal ini tidak berlaku dengan one vs. many sebelumnya, ketika ada satu tim yang berisi pemain yang menjadi overlord melawan tim yang berisi banyak pemain. Karena biasanya permainan one vs. many sangat kuat secara tema dan narasi, maka yang terjadi adalah tim mencapai misi/objektif dan memenangkan permainan atau tim kalah karena overlord berhasil menghalangi mereka mencapai tujuan. Dengan kata lain para pemain kalah secara narasi, misal gagal membunuh bos terakhir yang akhirnya mendapat ending bumi hancur.

Jika kamu ingin mencari contoh game yang memiliki sistem semi-cooperative, coba saja Dead of Winter, Cutthroat Caverns, Nemesis atau Emisi. Sedangkan board game seperti Codenames, The Resistance, Ladies & Gentlemen, dan Roket Raket mode ganda bisa dijadikan referensi jika ingin membuat permainan dengan mekanik team vs. team.

Baca juga: Ada Impostornya! 10 Board Game Ala-Ala Among Us

Dapatkan Roket Raket seharga Rp99.000 dengan mengunjungi Galeri Board Game Indonesia di Tokopedia maupun Shopee. Jangan lupa juga follow @boardgame.id di Instagram untuk promo maupun informasi menarik lainnya. Bisa juga kirim DM untuk sekedar tanya-tanya.

You may also like